ASDP Kembali Dukung Vaksinasi Massal di Banyuwangi dan Bakauheni

  • Bagikan

BANYUWANGI, Lampungkham PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama dengan Kemenhub dan Korps Marinir TNI-AL kembali mendukung pelaksanaan vaksinasi massal yang digelar di Pelabuhan Pelindo III Tanjungwangi di Banyuwangi yang digelar pada Kamis (12/8) dengan menargetkan sekitar 1.580 warga masyarakat di lingkungan pelabuhan dan sekitarnya.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin menyampaikan bahwa pada hari Kamis (12/8) ini secara bersamaan ASDP Cabang Ketapang dan Bakauheni mendukung gelaran vaksinasi massal bagi sekitar 1.580 masyarakat di lingkungan pelabuhan. Adapun 80 diantaranya merupakan alokasi vaksin kedua.

“Kami kembali menyampaikan apresiasi atas komitmen TNI AL bersama dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, Pemda serta seluruh mitra kerja maritim dalam mendukung Pemerintah memutus mata rantai penyebaran dan penularan Covid-19 melalui kegiatan vaksinasi massal. Setelah sebelumnya dilaksanakan di Pelabuhan Merak, kini juga dilakukan di wilayah operasi Ketapang, Banyuwangi dan Bakauheni, Lampung,” tutur Shelvy.

Turut hadir dalam kegiatan serbuan vaksin TNI AL bersama Kemenhub di Banyuwangi antara lain Danpasmar 2 Brigjen TNI Ipung Purwadi, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi, Sekda Banyuwangi, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi, GM Pelindo III, KSOP Tanjungwangi, Kapolres dan Direktur Hubungan Kelembagaan PT Jasa Raharja Munadi Herlambang.

Korps Marinir TNI AL berinisiatif melaksanakan vaksinasi di berbagai tempat di pelabuhan termasuk penyeberangan dengan sasaran Anak Buah Kapal (ABK) kapal penyeberangan, karyawan/petugas pelabuhan, penumpang kapal dan masyarakat di sekitar pelabuhan.
Dalam kegiatan serbuan vaksinasi TNI AL di Banyuwangi ini ditargetkan lebih dari 1.000 orang telah menerima vaksin jenis Astra Zaneca, dimana pelaksanaan vaksinasi sebagai upaya membantu pemerintah dalam percepatan vaksinasi, sesuai amanat dari Presiden dalam mewujudkan kekebalan imunitas _(herd imunity)_.

BACA JUGA :   Subholding Gas Pertamina Tambah 75 Pelanggan Baru di Sektor Retail dan Industri

“ASDP siap membantu serta melayani seluruh mitra kerja dan masyarakat yang belum menerima vaksin, agar dapat segera terealisasi demi mencapai target kekebalan imunitas _(herd immunity)_ apabila 80% masyarakat telah divaksin. Kami harapkan, bagi masyarakat di sekitar lingkungan Pelabuhan Ketapang segera memanfaatkan kesempatan vaksinasi ini agar dapat mencegah ataupun meminimalisir dampak Covid-19,” tutur Shelvy.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menyampaikan kegiatan serbuan vaksinasi yang diinisiasi TNI AL dan Kemenhub ini patut diapresiasi demi terwujudnya harapan bersama dalam penanggulangan Covid-19 di Indonesia. “Saya sampaikan apresiasi juga kepada seluruh perusahaan pendukung dan BUMN yang telah berkolaborasi dalam kegiatan ini, bahu-membahu membantu terwujudnya pelaksanaan vaksinasi seluruh masyarakat Indonesia lebih maksimal,” ujarnya.

Saat ini, Pemerintah sedang mengupayakan terwujudnya _(herd immunity)_  melalui simpul transportasi khususnya pelabuhan laut menjadi perhatian penting dalam pelaksanaan vaksinasi mengingat menjadi lokasi perlintasan masyarakat dari satu tempat ke tempat lainnya. Masyarakat diminta untuk mendukung dengan segera melakukan vaksinasi Covid-19 agar mencapai target maksimal sehingga bisa kembali beraktifitas normal.

Di waktu yang bersamaan, ASDP turut mendukung kegiatan vaksinasi massal yang menyasar 1.000 warga insan transportasi di lingkungan Pelabuhan Bakauheni, Lampung yang bekerjasama dengan BPTD, KKP, Brigif Marinir, IDI,  Gapasdap dan INFA. Kegiatan dilakukan di terminal reguler lantai 1. Kegiatan vaksinasi massal di Bakauheni berlangsung pada Kamis (12/8) hingga Sabtu (14/12) dan pembukaannya dihadiri oleh Bupati Lamsel, Kapolres, Danlanal Lampung dan Danbrigif-4 Marinir Lampung.

Bagi masyarakat yang hendak divaksin, mereka harus memenuhi beberapa persyaratan seperti, berumur minimal 18 tahun dan diwajibkan membawa identitas diri berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP). Tidak hanya itu, masyarakat juga harus melewati protokol kesehatan seperti pengecekan suhu badan serta pengecekan tekanan darah.**

banner 325x300
  • Bagikan