LAMPUNGKHAM.COM-Sejak memasuki masa pensiun dari kerjaanya sebegai supir perusahaan air minum Aqua, Hadi rajin berkunjung kerumah sakit untuk mengecek kadar gula darah dan memeriksa Kesehatan lainnya, pasal setelah memasuki masa lansia, sering mengeluh sakit dibagian pinggang.
“ sayakan nyupir mobil dari bujang dulu, terakhir saya menjadi karyawan perusahaan air minum Aqua, bawa mobil engkel, mengantar aqua galon ke agen-agen yang ada dibandar lampung dan kabupaten Kota lainnya, sakit pinggang yang saya rasakan sekarang ini mungkin karena sering duduk dibelakang kemudi. “ ujar heris mengawali ceritanya, saat ditemui dirumah sakit Bumi waras, Selasa 23 April 2024.
Selama ini, sambung Hadi saya ikut menjadi peserta BPJS, kebetulan iuran BPJS ditanggung pihak perusahaan, jadi saya tidak mengetahui jelas, berapa iuran perbulanya, karena selama ini saya menerima gaji utuh dari pihak perusahaan.
“ alhamdulillah kalau sakit selama kerja diperusahaan air minum, saat datang berobat cukup membawa kartu BPJS, kita sodorkan dibagian pendaftaran langsung dilayani, gak ribet harus bawa KTP, KK atau persyaratan lainnya. “ kata hadi.
Hampir, setahun ini saya rajin cek Kesehatan, cek kadar darah, koresterol dan cek Kesehatan lainnya, sedangkan istri saya sudah 2 tahun ini divonis kena penyakit diabetes, untungnya langsung ketahuan, karena selama ini, saya dan istri saya rutin cek Kesehatan dirumah sakit menggunakan BPJS.
“ Selama kerja diperusahaan Aqua, saya dan semua karyawan perusahaan ada cek Kesehatan rutin hampir sebulan sekali, diperusahaan tempat saya bekerja memang ada tenaga medis yang standbay dipabrik, “ ujar Hadi.
Jika ada karyawan yang sakit, bisa langsung berobat dibagian medis, kalau diharuskan berobat kerumah sakit, bisa langsung dibawa kerumah sakit terdekat, mobil ambulance juga standbay 24 jam, siap anter karyawan yang akan dibawa kerumah sakit.
“ sejak memasuki masa pensiun, lanjjut hadi, saya masih rutin cek kesehatan bersama istri saya, alhamdulillah jika terkena penyakit bisa langsung diobati, tidak menunggu parah, seperti contoh, istri saya ketahuan kena diabetes sejak dua tahun lalu. “ cerita hadi.
Sekarang saya sudah beralih ke BPJS mandiri, non Penerima Bantuan Iuran (PBI), karena sudah pensiuan dari perusahaan air minum Aqua. “ anak saya yang sudah bekerja, yang membayar iuran BPJS saya dan istri saya tiap bulannya.” Ucap hadi.
Untuk biaya Kesehatan, kami tidak perlu khawatir lagi, karena sudah ada BPJS, cukup datang mendaftar dengan kartu BPJS semua ditangani, tanpa mengeluarkan lagi biaya sepeserpun. “ itulah untungnya ikut peserta BPJS, saat ingin berobat, tidak perlu khawatir lagi gak punya uang untuk berobat, sudah dibayar semua oleh BPJS.
Seperti sekarang ini, lebih lanjut hadi mengatakan, istri saya sebulan sekali harus cek gula darah, karena sudah divonis terkena penyakit diabetes, untungnya masih belum parah.
“ istri saya memang besar badanya, mungkin karena kelebihan berat badan penyebab dia terkena diabetes, mungkin juga karena faktor usia, untungnya lagi karena rajin cek Kesehatan, jadi bisa langsung diobati penyakit diabetes yang diderita istri saya. “ ujar hadi.
Coba bayangin, hadi menambahkan, sudah habis berapa uang yang harus dikeluarkan untuk berobat rutin tiap bulan untuk cek darah, cek jantung, cek tekanan darah, suntik insulin dan biaya pengobatan lainnya, bukan seratus dua ratus ribu, mungkin bisa jutaan untuk sekali berobat.
“ Karena sudah ikut menjadi peserta BPJS, kekhawatiran tidak bisa berobat karena alasan tidak punya uang untuk berobat kedokter tidak ada dibenak saya, saya sudah tenang, ingin berobat dan cek Kesehatan, cukup bawa kartu BPJS saja, semua biaya rumah sakit tempat kita cek Kesehatan, sudah dibayar sama BPJS, semua sudah saya buktikan, saat berobat tidak perlu lagi mengeluarkan uang sepeserpun, Terima kasih BPJS. “ pungkas hadi.***






