LAMPUNGKHAM.COM-Tidak khawatir akan biaya cuci darah, Emi Terbantu Program JKN.
Hemodialisa adalah prosedur medis untuk membersihkan darah dari limbah, kelebihan cairan, dan zat berbahaya ketika ginjal tidak dapat melakukannya dengan baik.
Proses hemodialisa membantu mengontrol tekanan darah dan menyeimbangkan mineral penting, seperti kalium, natrium, dan kalsium, dalam darah.
Pada tubuh manusia, ginjal memiliki peran penting dalam menyaring darah dan mengeluarkan limbah serta kelebihan cairan.
Selain itu, ginjal juga memproduksi zat-zat yang penting untuk menjaga keseimbangan tubuh agar tetap sehat.
Namun, pada penderita gagal ginjal atau penyakit ginjal kronis, ginjal tidak dapat melakukan fungsi ini dengan optimal.
Akibatnya, tubuh membutuhkan bantuan alat medis untuk melakukan proses cuci darah, yang dikenal dengan istilah hemodialisa.
Dengan kata lain, hemodialisa menggantikan peran ginjal yang sudah tidak mampu bekerja secara efektif lagi.
Hadirnya Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) selama hampir satu dekade di Indonesia, membuat masyarakat menggantungkan pembiayaan pelayanan kesehatan pada salah satu program pemerintah ini.
Termasuk Emi Haryati (46), yang merupakan salah satu peserta JKN berdomisili Bandar Lampung dan memiliki riwayat sakit gagal ginjal.
Penyakit yang ia idap ini mengharuskan dirinya di usia sekarang mendapati pengobatan hemodialisa atau yang umum disebut cuci darah.
Mengetahui rangkaian pengobatan hemodialisa membutuhkan biaya yang tidak sedikit, ia mengandalkan jaminan Program JKN untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tersebut.
“Alhamdulillah saya terdaftar sebagai peserta JKN di kelas tiga dengan segmen Penerima Bantuan Iura (PBI).
Saya sudah menjalani hemodialisa dalam kurun waktu berapa tahun terakhir dengan pengobatan dua minggu sekali.
Hal ini menjadi pengobatan yang panjang dan rutin, beruntungnya di Indonesia sudah ada jaminan kesehatan yang memadai penyakit ini,” ujar Emi.
Ia mengatakan jika satu kali menjalani HD butuh biaya kurang lebih satu juta rupiah, seminggu harus dilakukan sebanyak 2 kali.
Maka minimal biaya yang harus dikeluarkan selama satu bulan adalah delapan juta rupiah. Akhirnya Emi dan keluarga merasa lega dengan adanya program JKN ini.
“Alhamdulillah kami dipertemukan dengan dokter yang baik dan sabar. Sampai sekarang sudah hampir 2 tahun saya menjalani cuci darah di Rumah Sakit Bhayangkara.
Selama saya menggunakan program JKN ini saya tidak merasakan pelayanan yang buruk atau seperti yang diberitkan bahwa pelayanan di beda-bedakan, saya sama sekali tidak merasakan hal tersebut,” kata Emi.
Menurut Emi berobat menggunakan JKN tidak sulit asalkan kita mengikuti prosedur yang berlaku. Kalau mengantre selagi dalam batas wajar itu biasa. Bahkan di rumah sakit manapun jika berobat pasti harus mengantre.
Selama berobat menggunakan JKN bersyukur belum pernah mendapatkan kendala, tidak ada biaya yang dikeluarkan bahkan saat ini tidak perlu membawa kartu saat berobat, cukup menunjukan NIK melalui KTP atau KK sudah bisa dilayani asalkan kepesertaannya aktif.
“Saya sangat berterima kasih dengan Program JKN karena sudah sangat-sangat membantu kami, semoga Program JKN selalu hadir melindungi seluruh masyarakat Indonesia.
Mohon doanya juga agar saya dapat segera sembuh sehingga berkurang frekuensi menjalani HD.
Saya percaya dengan pertolongan Allah pasti kita bisa sembuh, sehingga iuran yang kita bayarkan dapat membantu mengcover biaya kesehatan saudara kita yang membutuhkan,” tutur Emi.
Emi juga berharap agar Program JKN ini terus berjalan dan semakin ditingkatkan kualitasnya, sehingga semakin banyak masyarakat yang membutuhkan dapat merasakan manfaatnya.
Dengan penuh semangat dia juga menyakinkan pasien hemodialisa lainnya agar terus semangat.
“Semoga Program JKN ini terus ada, karena banyak membantu peserta yang membutuhkan seperti saya.
Untuk para pasien hemodialisa lainnya, tetap semngat, semua sudah serba mudah, bagi yang belum daftar segera daftar BPJS Kesehatan karena banyak manfaatnya.
Semoga semua orang yang mengalami kondisi seperti saya tetap bisa berobat tanpa harus takut dengan biaya yang mahal,” tutupnya.
Kisah Emi adalah salah satu bukti nyata bagaimana Program JKN mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan perawatan jangka panjang seperti pasien hemodialisa.***






