Acara ini dibuka langsung Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., didampingi Ketua LPPM Unila, Ketua KKN, Sekretaris KKN, Camat Tanjung Bintang, Kapolsek, Kepala Desa Jati Indah, dan jajaran dosen pembimbing lapangan bersama warga masyarakat serta mahasiswa.

Pelatihan bertujuan untuk mengoptimalkan pemahaman masyarakat dan aparatur desa dalam memahami Undang-Undang ITE dan dampak dari penyalahgunaan alat teknologi komunikasi secara hukum. Hal ini disampaikan Kepala Desa Jati Indah Ibeli Irwanto di hadapan para peserta dan tamu undangan.

Ia menerangkan, masyarakat harus sadar bahwa selain mengenal teknologi digital ataupun alat komunikasi serta fungsi dari teknologi, tentu harus diikuti dalam pengetahuan undang-undang tentang penggunaan alat-alat komunikasi.

“Salah satu problem kami selaku pemerintahan desa, masyarakat terutama, karena sedikit kita selip di dalam berkomentar melakukan komunikasi melewati alat komunikasi atau melewati hape ini pasti akan ada suatu hal yang negatif yang bisa terjadi,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengharapkan, Unila dapat terus memberikan contoh dan pelatihan dalam mengoptimalkan peran PKK dan ibu-ibu kader di masyarakat Tanjung Bintang dalam mengelola UMKM.

Ia menambahkan, terdapat banyak UMKM di Desa Jati Indah namun belum mampu untuk mengarah hasil karya yang optimal menjadi pendapatan khas desa. Melalui program mahasiswa ini, terdapat dampak positif yang menjadi motivasi bagi masyarakat untuk menjadi lebih produktif.

Baca Juga :  Warek BUK Buka Asesmen Lapangan Akreditasi Prodi Pendidikan Geografi FKIP

Menanggapi hal itu, Rektor Unila mengucapkan terima kasih atas kesediaan masyarakat desa Jati Indah dalam menerima mahasiswa KKN untuk melakukan program-program serta belajar bersama masyarakat.

Prof. Lusmeilia menuturkan, Kegiatan KKN merupakan bagian integral dari tridarma perguruan tinggi dengan tujuan menjalin kolaborasi demi memberikan dampak positif bagi kedua pihak.

Program KKN mengolaborasikan pengetahuan teori yang dipadukan dengan pengalaman di lapangan sehingga mampu membantu mahasiswa dan menumbuhkan rasa percaya diri dalam menjalani kehidupan sosial kemasyarakatan.

Ia juga menawarkan berbagai kerja sama yang dapat diimplementasikan. Salah satunya mengenai pengelolaan sampah di desa dengan menggunakan maggot dan memproduksi sampah menjadi pupuk organik.

Selain itu, Unila dalam waktu dekat akan melakukan penerimaan mahasiswa baru melalui beberapa jalur antara lain jalur prestasi tertulis dan mandiri ia berharap, mahasiswa asli dari Tanjung Bintang khususnya, dapat diterima di Unila dalam jumlah lebih banyak sehingga angka ketercapaian pendidikan tinggi dapat meningkat.***