Satu warga Lampung Barat yang telah mengikuti Itjima Asia, diduga terkena Covid 19 meninggal

196 views

LIWA, Lampungkham Satu lagi diduga Pasien Covid 19 asal Lampung Barat meninggal dunia Pada 30 Maret 2020 pukul 05.30 WIB di Pekon Pampangan, Kecamatan Sekincau Kabupaten Lampung Barat yang sebelumnya telah mengikuti Jamaah Tablik Syuro Alami Asia 2020 Disulawesi Selatan pada 19 Maret 2020 lalu.

Pasien Covid 19 seorang laki-laki berusia 60 tahun, meninggal saat akan dirujuk ke RSUD Abdul Moelek sekitar pukul 08.00 WIB, Pasien ini sebelumnya sepulang dari acara Itjima pada tanggal 26 Maret 2020. mengeluhkan panas, dan batuk serta gagal pernapasan, hasil diagnosa pasien mengalami penyakit Pneumonia dan langsung dirawat isolasi di RSUD Alimudin Umar Liwa Lampung Barat.

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mengatakan, duka dari kabupaten Lampung Barat, satu Orang Dalam Pemantauan (ODP) dinyatakan meninggal dunia.

“Perlu saya sampaikan bahwa hari ini ada satu ODP yang meninggal dunia, tapi saya minta agar masyarakat tidak perlu khawatir atau panik yang berlebihan, saya sudah perintahkan mulai dari dinas kesehatan, camat hingga peratin untuk karantina wilayah,” kata Parosil, usai menggelar coffe morning, Senin, 30 Maret 2020.

Jadi karantina wilayah tersebut, sambungnya, dalam pengertian orang-orang yang pernah berhubungan dengan ODP yang meninggal dunia untuk segera dilakukan pemeriksaan.

” Kita berharap orang yang meninggal ini tidak masuk PDP atau suspek karena memang status nya masih ODP,” sambung Parosil.

Pak cik, panggilan akrab Parosil, meminta agar masyarakat jangan panik dan meminta agar media menyajikan berita yang sejuk.

“Saya mengimbau kepada seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat untuk turut memberikan edukasi dengan memberikan kesadaran kepada masyarakat terkait Covid-19 ini.

Media juga harus menyejukkan, kita harus sama-sama mengambil peran, lakukan apa yang bisa dilakukan, pemerintah daerah juga terus melakukan yang terbaik,” imbau Parosil.

Baca Juga :  Cara Berobat dan Melahirkan Gratis Melalui Program Pemkot Bandar Lampung

Untuk diketahui ada sekitar 15 orang jamaah Tabliq yang mengikuti Ijtima Asia 2020 Disulawesi Selatan pada 19 April 2020. Adapun 15 Jamaah Tabliq Syuro Alami dan telah diperiksa : H. Selamet , asal Pekon Giham Sukamaju, Kecamatan Sekincau, Win Mono, asal Pekon Giham Sukamaju, Kecamatan Sekincau, Edi Walgito, Pekon Pampangan, Kecamatan Sekincau, Rohmat, Pekon Giham Sukamaju, Kecamatan Sekincau, Suyud, Kelurahan Sekincau, Kecamatan Sekincau, Pauzan, Pekon Pampangan Kecamatan Sekincau.

Selanjutnya H. Ardi, Kelurahan Sekincau, Kecamatan Sekincau, Mbah Nyu, Kelurahan Sekincau, kecamatan Sekincau, Widodo, Kelurahan Sekincau, Kecamatan Sekincau, H. Roni, Kelurahan Sekincau, Kecamatan Sekincau, Yasman, Kecamatan Sumber Jaya, Domeri, Kelurahan Sekincau, Kecamatan Sekincau, M. Suherman, Kelurahan Sekincau, Kecamatan Sekincau, Bahar, Kelurahan Sekincau, Kecamatan Sekincau, Madi warga Bandar lampung menetap di Giham Sekincau dan Selamat Baso Warga Pekon Giham.

Salah satu jemaah lainya yang masih berstatus Orang Dalam Pantauan (ODP) atas nama Selamat Baso (Pekon Giham) saat ini mengalami gejala panas, gagal pernapasan dan rencananya akan di rujuk ke RS Alimudin Umar. (*)