Berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Lampung Nomor 2094/UN26/PP.06.03/2026, sebanyak 674 mahasiswa diwisuda pada periode ini.
Para wisudawan terdiri dari empat lulusan program doktor, 47 lulusan program magister, 34 lulusan program profesi, 585 lulusan program sarjana, dan empat lulusan program diploma.
Prosesi wisuda dibuka dengan pembacaan laporan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Unila, Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.T., M.T.
Rektor Unila, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya wisuda serta mengucapkan selamat kepada para wisudawan beserta keluarga.
“Saya mengucapkan selamat kepada para wisudawan program doktor, magister, profesi, sarjana, dan diploma, serta kepada orang tua dan keluarga yang telah mendampingi proses pendidikan hingga tahap ini,” ujarnya.
Ia juga menegaskan, wisuda merupakan momentum penting yang menandai perubahan status dari mahasiswa menjadi insan akademik yang memiliki tanggung jawab sosial yang lebih besar.
“Ilmu pengetahuan yang diperoleh selama masa studi tidak hanya berhenti pada ranah akademik, tetapi harus diwujudkan dalam kontribusi nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, Unila terus menunjukkan perkembangan positif dalam berbagai aspek. Hingga April 2026, jumlah mahasiswa aktif tercatat sebanyak 39.984 orang.
Pada semester genap tahun akademik 2025/2026, sebanyak 6.018 mahasiswa menerima beasiswa yang terdiri dari 5.702 penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K), 53 penerima program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) Papua, serta 114 penerima beasiswa swadana atau swasta.
Dalam wisuda periode ini, Unila juga meluluskan mahasiswa internasional, yaitu Aman Kraidam dari Thailand (S-2 Ilmu Ekonomi, FEB), Sondos Ali Galal Elfouly dari Mesir (S-2 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, FKIP), serta Ahmed Z.Z. Alshurafa dari Palestina (S-1 Teknik Informatika, FT).
Terdapat pula lulusan dari program ADik Papua, yakni Dominggus Kosamah (S-1 Ilmu Pemerintahan, FISIP) dan Israhul (S-1 Biologi, FMIPA), yang turut menjadi bagian dari keberagaman dan inklusivitas pendidikan di Unila.
Dalam upaya menjaga dan meningkatkan kualitas lulusan, Unila terus melakukan pembenahan menyeluruh dalam berbagai aspek strategis, mulai dari peningkatan relevansi kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja, penguatan pendidikan karakter, hingga perbaikan manajemen internal, birokrasi, serta suasana akademik di setiap program studi.
Upaya tersebut diwujudkan melalui sejumlah program unggulan, di antaranya Program Kelulusan Tepat Waktu, penguatan menuju World Class University (WCU), serta persiapan akreditasi internasional pada sejumlah program studi, termasuk pengembangan inisiatif strategis melalui program “Unila Be Strong”.
Program “Unila Be Strong” menjadi salah satu pilar utama dalam mendorong kemajuan universitas secara komprehensif dan berkelanjutan.
Inisiatif ini mencakup delapan aspek penting, yakni Business Sector, Finance, Investment, and Assets; Empowerment of Human Resources; Service for Community; Teaching; Research; Organizational Partnership; Network Infrastructure; serta Good University Governance.
Implementasi program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas institusi sekaligus meningkatkan daya saing Unila di tingkat nasional maupun internasional.
Sejalan dengan berbagai upaya tersebut, kepercayaan masyarakat terhadap Unila terus menunjukkan tren positif, tercermin dari daya tampung mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 yang mencapai 11.329 mahasiswa pada berbagai jenjang pendidikan.
Di sisi lain, peran alumni dinilai penting dalam menjaga kesinambungan kualitas institusi serta kontribusi nyata bagi masyarakat.
Unila berharap para wisudawan tetap terhubung dengan almamater melalui tracer study, senantiasa menjaga nama baik universitas, serta terus berkarya, menciptakan peluang kerja, dan mengembangkan diri demi kemajuan bangsa.***






