LAMPUNGKHAM.COM-Walikota Bandar Lampung, Hj Eva Dwiana memimpin Rapat High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Bandar Lampung di Ruang Rapat Walikota, Jumat 13 Februari 2026.
Rapat dihadiri oleh jajaran pemerintah kota, termasuk Wakil Walikota, Sekretaris Daerah, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Inspektur, Kepala BAPPERIDA, Kepala BPBD, Plt. Kepala BKAD, serta kepala dinas terkait seperti Kominfo, Perdagangan, Ketahanan Pangan, Pertanian, Kelautan & Perikanan, Sosial, PU, Perhubungan, Damkar, dan Kasat Pol-PP. Selain itu hadir juga Kabag Perekonomian, Dirut PD Pasar Tapis Berseri, dan unsur Forkopimda, BPS, Bank Indonesia, Bulog, dan Pertamina.
Rapat ini digelar sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Dalam paparan TPID, tercatat inflasi Kota Bandar Lampung pada Januari 2026 sebesar 0,18 persen, dengan harga kebutuhan pokok di pasar relatif terkendali. Namun, tim tetap mewaspadai potensi lonjakan harga akibat permintaan musiman, khususnya pada komoditas cabai, bawang merah, daging ayam, telur, minyak goreng, dan gula pasir.
Walikota Hj Eva Dwiana menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, stakeholder, dan masyarakat untuk menjaga ketersediaan pasokan serta kelancaran distribusi, sehingga stabilitas harga tetap terjaga.
“Kerjasama semua pihak sangat penting agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang wajar, terutama menjelang HBKN. Dengan koordinasi yang baik, kita dapat mengantisipasi lonjakan harga dan menjaga stabilitas ekonomi Kota Bandar Lampung,” ujarnya.
Rapat HLM TPID ini menunjukkan komitmen Pemkot Bandar Lampung untuk proaktif mengendalikan inflasi dan memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat tetap aman dan stabil menjelang momen-momen penting nasional.***






