Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Lampung Gandeng Media Bahas Pertumbuhan Ekonomi 2024 dan QRIS

479 views
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung Junanto Herdiawan,

LAMPUNGKHAM.COM-Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Lampung menyelenggarakan kegiatan BI Lampung Bersama Media (BBM) Triwulan II 2024, yang diadakan di Hotel Bukit Randu, Rabu 8 Mei 2024.

Gelaran BBM Triwulan II itu mengusung tema “Strategi Penguatan Permintaan Domestik Ditengah Ketidakpastian Global”.

Pada giat itu turut dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung Junanto Herdiawan, sekaligus membuka acara.

BI Lampung juga menghadirkan narasumber Fiskara Indawan, Ekonom Senior Bank Indonesia Provinsi Lampung, dan Arry Priyanto Kepala Tim Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Provinsi Lampung.

Dalam kesempatan itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung Junanto Herdiawan, menyampaikan, tujuan digelarnya kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat jalinan hubungan dengan jurnalis media, mendorong media menyajikan berita yang berimbang serta optimis.

“Masyarakat perlu diberi pemberitaan yang berimbang dan optimis, karena di tengah perkembangan media sosial dan era digital saat ini, media berperan sebagai sumber pemberitaan yang terpercaya,” ujar Junanto.

Semantara itu, Fiskara Indawan Selaku Ekonomi Senior Bank Indonesia Provinsi Lampung menjelaskan bahwa Ekonomi di Lampung masih tumbuh walaupun lambat di angka 3,3 persen, meski begitu Lampung tetap saja mengalami pertumbuhan ekonomi, Meskipun pertumbuhannya terbilang lambat, Fiskara menyampaikan ekonomi di Lampung sangat sehat.

“Ekonomi dikatakan sehat jika ada pertumbuhan dan tidak ada inflasi. Lampung saat ini ekonominya dapat dikatakan sehat,” terangnya.

Fiskara juga menyebut kalau faktor yang menyebabkan ekonomi Lampung menjadi tumbuh mayoritas dikarenaan konsumsi rumah tangga, kalau permintaan konsumsi rumah tangga menyumbang sebesar 60 persen untuk pertumbuhan ekonomi.

“Konsumsi rumah tangga menjadi penopang ekonomi Lampung, disisi penawaran meskipun pertanian cukup dalam tapi ekonomi Lampung ditopang oleh UMKM dan industri,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama juga Arry Priyanto selaku Kepala Tim Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Provinsi Lampung menjelaskan penggunaan QRIS.

Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) adalah standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code menjadi lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.

Penyampaian informasi penggunaan transaksi melalui QRIS, juga dalam rangka mendukung program pemerintah yakni Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT).

Fiskara Indawan Selaku Ekonomi Senior Bank Indonesia Provinsi Lampung
Arry Priyanto selaku Kepala Tim Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Provinsi Lampung

Fiskara juga menyebut kalau faktor yang menyebabkan ekonomi Lampung menjadi tumbuh mayoritas dikarenaan konsumsi rumah tangga, kalau permintaan konsumsi rumah tangga menyumbang sebesar 60 persen untuk pertumbuhan ekonomi.

“Konsumsi rumah tangga menjadi penopang ekonomi Lampung, disisi penawaran meskipun pertanian cukup dalam tapi ekonomi Lampung ditopang oleh UMKM dan industri,” ujarnya.

Selain rumah tangga, BI mencatat juga ada peningkatan dalam Kosumsi Pemerintah meningkat. Didorong oleh kenaikan belanja barang, terutama terkait pelaksanaan Pemilu 2024 serta belanja pegawai.

Lebih lanjut, Fiska menuturkan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh positing investasi bangunan seiring berlanjutnya pembangunan infrastruktur.

“Namun, Ekspor melambat khususnya ekspor barang sejalan dengan penurunan harga komoditas produk utama ekspor,” paparnya.

Friska menyebut hampir seluruh LU pada triwulan I 2024 menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan yang tinggi. Beberapa bidang yang menunjukan kinerja positif ada Transportasi dan Pergudangan, Penyedia Akmamin dan Perdagangan

Ia juga menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi ekonomi Provinsi Lampung antara lain :

  1. Konsumsi RT meningkat, akselerasi permintaan pada periode pemilu 2024, HBKN, libur nasional dan cuti Bersama. Sebesar 4,67% (yoy), Pangsa 65,64%
  2. Konsumsi Pemerintah meningkat dikarenakan penyelenggaraan pemilu, kenaikan gaji PNS dan pencairan gaji ke-14, yaitu sebesar 15,67% (yoy), Pangsa 5,62%.
  3. Investasi/PMTB melambat, dimana sejalan dengan pola historisnya, sikap investor cenderung wait and see pada periode pemilu yaitu, 32,22% (yoy), Pangsa 5,62%.
  4. Ekspor meningkat, terutama pada Komoditas utama pendorong kinerja ekspor LN: CPO dan Olahan Makanan sebesar 6,10% (yoy), Pangsa 52,87%
  5. Impor, melambat dikarenakan peningkatan impor pupuk pertanian, khususnya jagung yaitu sebesar 8,75% (yoy), Pangsa 58,87%.
  6. Pertanian melambat dikarenakan adanya penurunan produksi padi sejalan dengan pergeseran masa tanam akibat El Nino, yaitu sebesar -10,97% (yoy), Pangsa 23,78%.
  7. Industri meningkat Peningkatan kinerja industri
    makan-minum dan percetakan pada periode HBKN dan pemilu, yaitu sebesar 6,51% (yoy), Pangsa14,66%.
  8. Konstruksi melemah, dikarenakan Sejalan dengan masih rendahnya realisasi investasi bangunan sebesar 6,86% (yoy), Pangsa 5,62%.
  9. PBE mengalami peningkatan aktivitas perdagangan antar daerah pada periode HBKN dan maraknya penyelenggaraan event, meningkay sebesar 8,58% (yoy), Pangsa14,66%.
  10. Trans-Gud meningkat dengan adanya penambahan rute penerbangan baru di Bandara Radin Inten dan peningkatan mobilitas, yaitu sebesar 8,58% (yoy), Pangsa7,64%.***