LAMPUNGKHAM.COM-Andi (43) warga kota sepang, labuhan ratu kota bandar lampung ini, tidak menyangka dengan umur yang masih tergolong muda diharuskan bulak balik ke rumah sakit seminggu dua kali, hal itu terpaksa dilakukan karena penyakit yang didideritanya.
Andi seorang bapak yang memiliki dua orang anak ini terus mengunjungi rumah sakit seminggu dua kali untuk cuci darah, penyakit yang dideritanya berawal dari terkena tekanan darah tinggi.
Mungkin kelelahan karena sering diajak touring sama teman-teman. “ ujar andi mengawali ceritanya menggunakan kartu BPJS untuk berobat, saat ditemui disalah satu café disekitaran kota bandar lampung saat hendak berbuka puasa bersama teman-temannya, senin, 1 April 2024.
Saat itu sekitar akhir tahun 2021 lalu, sambung andi, dirinya dan komunitas club motor melakukan touring ke pulau jawa sekitar 10 hari, selama diperjalanan badan masih fit, sehat tidak mengalami keluhan apapun, tetapi setelah sampai dilampung baru kerasa badan tidak enak, langsung drop.
“ saya sempet minta kerikan sama istri karena badan terasa tidak enak dan langsung minum vitamin, agar keesokan harinya badan bisa fit lagi dan bisa beraktifitas seperti biasa. “ ujar andi.
Namun keesokan harinya, badan masih terasa tidak enak, dan langsung berobat kedokter diantar sama istri dan anak-anak.
“ setelah mendaftarkan diri menggunakkan kartu BPJS, saya langsung diperiksa oleh dokter dan diberi obat serta disuruh istirahat untuk beberapa hari karena tekanan darah tinggi. “ ujar andi lagi yang tercatat sebagai peserta BPJS Non Penerima Bantuan Iuran (PBI) ini.
Setelah istirahat sekitar 5 harian, badan sudah sedikit enakan, tetapi masih terasa lemas dan terasa lelah saat dibawa jalan, obat dan vitamin yang diberi dokter sudah habis, tetapi badan masih terasa lemas.
“ Sore harinya saya minta diantarkan istri berobat lagi kedokter, seperti biasa, istri langsung menemui petugas bagian pendaftaran menggunakan kartu BPJS, setelah menunggu sebentar, saya langsung dipersilahkan masuk diruangan dokter untuk dilakukan pemeriksaan.“ kata andi
Kali ini, lanjut andi, hasil pemeriksaan dokter kurang menyenangkan dan membuat kaget setengahh mati, saya divonis terkena gagal ginjal dan diharuskan cuci darah, tetepI saya tidak langsung percaya begitu saja dan tidak terima hasil vonis dokter, saya minta sama istri untuk diantar kedokter lainya untuk diperiksa.
“ Saya tidak terima divonis terkena penyakit gagal ginjal, setelah datang kedokter lainya, untuk memastikan kebenaran hasil vonis dokter pertama, saya mendafatarkan diri, dan langsung diperiksa oleh dokter dan hasilny tetap sama, saya divonis gagal ginjal dan diharuskan cuci darah.
“ beber andi.
Sesampainya dirumah setelah diperiksa dokter kedua, saya meminta kepada istri saya untuk dianter kedokter lainya, sebagai alternative, karena saya masih belum percaya seratus persen hasil pemeriksaan kedua dokter yang saya datangi.
“ ucapan kedua dokter yang saya kunjungi seperti tersambar petir disiang bolong, saya tidak percaya kalo diusia saya yang masih tergolong muda ini harus melakukan cuci darah, karena penyakit gagal ginjal yang saya derita. “ kata andi
Saya langsung menatap anak-anak yang masih kecil, masih butuh perhatian dan kasih sayang dari ayahnya, beruntung masih ada istri yang selalu menguatkan saya, memberi semangat dan dukungan.
Akhirnya saya bisa menerima penyakit yang saya derita, awalnya saya diharuskan cuci darah sebulan sekali, dengan menggunakan kartu BPJS Non PBI yang kebetulan istri berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
“ setelah dua tahun berjalan mengindap penyakit gagal ginjal, saya sekarang harus cuci darah seminggu dua kali dirumah sakit urip sumiharjo bandarlampung, untungnya lagi, semua biaya pengobatan ditanggung BPJS. Ujar andi lagi seraya berpesan kepada masyarakat, untuk segera mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS Kesehatan bagi yang belum memiliki kartu BPJS, karena ikut menjadi peserta BPJS banyak manfaat dan keuntunganya, seperti kita jatuh sakit tidak perlu khawatir lagi tidak bisa berobat karena tidak ada biaya, semua sudah ditanggung BPJS dan jagalah selalu pola makan dan pola hidup sehat untuk menghndari penyakit yang tidak kita inginkan. “ tutup andi. ***






