Ratu Ayu Ikhlas Iuran JKN Setiap Bulan Sebagai Sedekah Membantu Orang yang Sedang Sakit

486 views

LAMPUNGKHAM.COM-enjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berarti memiliki kewajiban untuk membayar iuran.

Dengan membayar iuran JKN, maka peserta berhak atas perlindungan risiko finansial untuk mengobati penyakit yang mungkin dapat datang sewaktu – waktu.

Disamping itu, membayar iuran JKN merupakan wujud dari rasa saling membantu dan gotong royong antar sesama yang telah menjadi budaya dari masyarakat Indonesia.

Menerapkan budaya gotong royong dengan menjadi peserta JKN aktif yang mendasari Ratu Ayu (19) warga Way Kandis Kota Bandar Lampung ikhlas iuran JKN setiap bulan sebagai sedekah buat peserta lain yang sedang sakit.

Gadis yang saat ini masih kuliah di salah satu Universitas di Kota Bandar Lampung ini mengaku telah meniatkan iuran JKN nya sebagai sedekah untuk membantu peserta lain yang sedang sakit.

“Program JKN ini kan sistemnya gotong royong saling membantu. Jika ada peserta JKN yang sakit, itu biaya berobatnya dibantu biayanya oleh peserta lain yang sehat.

Begitu peserta yang saat ini sehat mengalami sakit dikemudian hari, maka biaya berobatnya akan dibantu oleh peserta lainnya yang masih sehat,” ujar Ratu saat ditemui pada Rabu 27 Desember 2023.

Gadis yang sehari – hari nya akrab disapa dengan panggilan Ratu itu mengatakan, dalam kondisi tertentu, sakit yang berbiaya tinggi seperti jantung, gagal ginjal kanker dan lain-lain, iuran yang dibayar oleh peserta tersebut jika dihitung secara nominal tentunya tidak akan mencukupi untuk biaya pelayanan kesehatan.

Untuk itulah maka Program JKN hadir untuk memfasilitasi gotong royong antar satu peserta dengan peserta yang lain.

Sehingga, beban dari peserta JKN yang menderita sakit berbiaya tinggi itu dapat terbantu oleh iuran peserta sehat lainnya.

“Meskipun sampai dengan saat ini saya belum pernah sakit parah yang mengharuskan sampai dirawat di Rumah Sakit, namun saya pernah menjenguk saudara yang sakit dirawat di Rumah Sakit dan mendapatkan cerita bahwa biaya pengobatan sepenuhnya telah ditanggung oleh Program JKN.

Semenjak itu saya jadi berfikir untuk tidak telat membayar iuran JKN setiap bulannya, karena ada banyak peserta lain yang sakit dan membutuhkan pertolongan kita,” ungkap Gadis yang merupakan peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau lebih dikenal dengan peserta mandiri.

Dari pengalaman itu Ratu semakin yakin untuk membayar iuran dengan niat bersedekah. Karena ia berharap iuran dibayarkan setiap bulan akan bermanfaat bagi peserta lain yang sedang sakit di rumah sakit.

Jangan sampai tidak paham dan merasa rugi apabila sudah membayar iuran JKN rutin setiap bulan tetapi tidak pernah menggunakannya untuk berobat.

“Jikalau kita berfikir sehat terus tidak pernah sakit, namun membayar iuran JKN rutin setiap bulan menjadi rugi, itu pemikiran yang salah.

Dengan kita membayar iuran JKN setiap bulan lalu kita menjadi sehat selalu saja itu merupakan anugerah yang sangat luar biasa untuk kita.

Jadi kalau selama ini saya sehat selalu ya syukur Alhamdulillah, sakit itu gak enak lho, makan gak enak, tidur gak enak, semuanya gak enak.

Jadi lebih baik kita sehatkan, namun terus bayar iuran JKN rutin, anggap saja sedekah, kan iurannya yang kita bayar bisa bermanfaat untuk peserta yang lain yang sedang sakit. Intinya kita niatkan saja sedekah, semoga kita sehat selalu” pungkasnya.

Diakhir perbincangan Ratu berpesan kepada masyarakat yang belum menjadi peserta Program JKN agar segera mendaftar, karena begitu besar manfaatnya.

Sakit itu bisa saja datang tiba-tiba, maka dari itu harus dipersiapkan untuk jaminan pembiayaannya, dan Program JKNlah Solusi terbaiknya.***