Rycko terus fokus bergerilya menyapa warga dengan mengenalkan program-program unggulannya

237 views

BANDARLAMPUNG, Lampungkham Bakal Calon Wali Kota Bandar Lampung Rycko Menoza tak tampak gusar. Ia justru terlihat kalem dan menunjukkan sikap yang selalu menyejukkan jelang kontestasi Pemilihan Wali Kota Bandar Lampung (Pilwakot) 2020.

Tak ada emosional dan tak tampak pula adanya kegalauan. Rycko terus fokus bergerilya menyapa warga dengan mengenalkan program-program unggulannya untuk kemajuan Bandar Lampung.

Rycko mengatakan bahwa dalam berpolitik itu tidak harus menyakiti, menjelekkan, apalagi mendiskreditkan setiap lawan politik.

Sama halnya seperti olahraga, kata Rycko, berpolitik juga hendaknya mengedepankan sportivitas.

“Politik itu kan ada etika juga. Biarlah nanti masyarakat yang menilai, mana yang mereka nilai baik untuk kedepan bisa membuat lebih nyaman, aman dan sejahtera,” kata Rycko, Selasa 11 Februari 2020.

Rycko mengatakan bahwa setiap calon di setiap kontestasi pilkada, tujuan utamanya adalah ingin membuat kehidupan masyarakat ke arah yang lebih baik. Sebab itu, alangkah eloknya jika dalam sebuah hajat demokrasi tak ada pihak-pihak yang saling menyudutkan.

“Fokus saja pada program-program yang baik untuk masyarakat. Pilkada ini kan hajat bersama, hajat yang harus kita jaga keutuhan dan kesejukannya,” ujar Rycko.

Rycko mengaku dirinya tak mau ambil pusing apabila ada pihak-pihak lain yang berpolitik dengan cara-cara tak pantas. Rycko menegaskan dirinya hanya ingin terus bekerja keras dan berjuang untuk membawa Kota Bandar Lampung menjadi lebih baik.

“Sebagai manusia, kita ini kan hanya bisa berdoa dan berusaha dengan keras lewat cara-cara yang baik. Begitu juga untuk maju sebagai pemimpin. Soal nanti siapa yang dipercaya masyarakat, saya yakin itu sudah menjadi ketentuan Allah SWT. Ya, kita berdoa dan terus berusaha,” kata Rycko.

Baca Juga :  Arus Balik Lebaran menuju Jawa mulai Ramai110 Ribu Penumpang dan 24.626 unit kendaraan tinggalkan Sumatera menuju Jawa hingga H+1

Rycko menambahkan bahwa dalam prinsip dirinya secara pribadi, menjadi seorang pemimpin harus memiliki jiwa yang besar. “Jadi pemimpin itu harus berjiwa besar. Nggak boleh lah pemimpin itu merasa paling benar, apalagi sampai anti kritik,” ujar Rycko yang merupakan Bupati Lampung Selatan 2010-2015 tersebut. (*)