Himpitan ekonomi Munasir hanya bisa pasrah mengharapkan bantuan dermawan

300 views

NATAR, Lampungkham Himpitan Ekonomi yang dialami Munasir (31) warga Dusun Kandis, Desa Muara Putih, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, membuatnya tak berdaya untuk mengobati penyakit yang dideritanya.

Dirumah papan berukuran 4×8 beralaskan tanah, Munasir hanya bisa pasrah mengharapkan belas kasihan warga sekitar, lantaran penyakit usus yang dideritanya pasca operasi sejak tiga bulan lalu justru semakin memperburuk keadaannya.

Terlebih lagi, penyakit yang dideritanya semakin hari bertambah parah, sehingga mudasir tak sanggup lagi bekerja untuk menafkahi kedua anaknya yang masih kecil-kecil.

Dirumah inilah Munasir menetap, mengharapkan kedatangan para dermawan yang bisa membantu mengobati penyakit yang dideritanya

Penyakit yang diderita Munasir berawal, dari keluhan di bagian perutnya, yang sering BAB, saat diperiksa, hal itu disebabkan pencernaanya yang tidak sehat. “Dalam satu hari BAB bisa sampai12 kali mas,” keluhnya.

Selama ini, sambung Munasir, ia mengandalkan Kartu Indonesia Sehat yang dikeluarkan oleh presiden Jokowi, untuk berobat, namun itu tak cukup untuk membiayai biaya perjalanan kerumah sakit serta lainnya.

” saya mengandalkan kartu KIS, tapi masih tidak cukup mas, rumah saya jauh dari Kota, butuh waktu 1 jam lebih menuju kota Bandarlampung, saya berharap ada orang dermawan yang bisa membantu saya untuk membantu pengobatan saya, bisa sembuh dan kembali beraktifitas seperti dulu lagi ” harap Munasir.

Muslim pihak keluarga yang mendampingi Munasir dikediamannya selama ini mengatakan, jika ada pihak-pihak yang akan membantu demi kesembuhan saudaranya, dirinya siap menerima uluran tangan dari berbagai pihak demi kesembuhan saudaranya.

“Kita dari pihak keluarga siap menerima uluran tangan dari segala pihak yang akan membantu saudara saya Munasir,” jelasnya. Seraya menambahkan, jika ada yang ingin membantu bisa menghubungi no hp saya 0853-6948-1074 (*)

Baca Juga :  PT. Hutama Karya Jalin Silaturhmi dengan Awak Media di Lembah Hijau