Pertemuan Tahunan Bank Indonesia untuk bersinergi Transformasi dan Inovasi Pembangunan

277 views

BANDARLAMPUNG, Lampungkham Kantor Perwakilan Bank Indonesia mengadakan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Provinsi Lampung dengan tema “Sinergi, Transformasi, dan Inovasi Pembangunan di Provinsi Lampung”, Rabu (5/12).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Budiharto Setyawan, dalam sambutannya mengatakan, tema ini sejalan dengan acara PTBI Nasional yang sebelumnya telah diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 28 November 2019, yakni “Sinergi, Transformasi, dan Inovasi : Menuju Indonesia Maju”.

Acara ini diselenggarakan secara rutin setiap akhir tahun untuk menyampaikan pandangan Bank Indonesia mengenai kondisi perekonomian terkini, tantangan dan prospek ke depan, serta arah kebijakan Bank Indonesia.

Paparan yang disampaikan merupakan wujud akuntabilitas dan transparansi Bank Indonesia.

Pertemuan dihadiri oleh Kepala Daerah di tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota, pimpinan perbankan dan korporasi nonbank, akademisi, pengamat ekonomi, investor, serta media massa.

Ekonomi global sepanjang tahun 2019 semakin tidak ramah. Perang dagang meluas, mencirikan turunnya globalisasi. Digitalisasi meningkat pesat, dengan manfaat dan risiko yang juga besar.

Setidaknya ada 5 (lima) hal penting yang perlu dicermati:
1) Pertumbuhan ekonomi dunia menurun drastis pada tahun 2019 dan kemungkinan belum akan pulih pada 2020;
2) Kebijakan moneter sendiri belum tentu selalu efektif mengatasi dampak buruk perang dagang;
3) Volatilitas arus modal asing dan nilai tukar di pasar keuangan global berlanjut;
4) digitalisasi ekonomi dan keuangan meningkat pesat;
5) Teknologi digital juga merubah perilaku manusia, baik sebagai konsumen maupun tenaga kerja.

Menghadapi kondisi tersebut, sinergi, transformasi, dan inovasi menjadi tiga kata kunci untuk memperkuat ketahanan dan pertumbuhan ekonomi menuju Indonesia maju ke depan.

Sinergi bauran kebijakan makroekonomi dan sistem keuangan antara Pemerintah, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus kita perkuat untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional.
BACA JUGA: Polres Way Kanan Berhasil Amankan Tiga Pelaku Penyalahgunaan Narkotika

Baca Juga :  Pertemuan Aksi Konvergensi Stunting 2021, Provinsi Lampung Targetkan Penurunan Angka Stunting Hingga 14 Persen di Tahun 2024

Transformasi ekonomi ditingkatkan agar pertumbuhan lebih tinggi. Inovasi dalam ekonomi dan keuangan digital dikembangkan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan inklusif.

Kita patut bersyukur, di tengah ekonomi global yang memburuk, kinerja dan prospek ekonomi Indonesia cukup baik.

Stabilitas ekonomi nasional terjaga serta momentum pertumbuhan berlanjut. Pertumbuhan ekonomi nasional terpantau cukup baik pada tahun 2019 akan meningkat pada tahun 2020 ditopang permintaan domestik, konsumsi dan investasi.

Ke depan, bauran kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia dan Pemerintah diharapkan dapat mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang diprakirakan berada di sekitar 5,1% (yoy) pada 2019 dan meningkat dalam kisaran 5,1-5,5% (yoy) pada tahun 2020.

Sementara itu, inflasi nasional tercatat rendah sekitar 3,1% di akhir tahun 2019 dan akan tetap terkendali sesuai sasaran 3,0 ± 1% di tahun 2020. Dalam jangka menengah, prospek ekonomi Indonesia akan semakin baik.

Transformasi ekonomi akan mendorong pertumbuhan lebih tinggi lagi, dengan defisit transaksi berjalan menurun dan inflasi rendah, menuju Indonesia maju berpendapatan tinggi pada 2045. Terjaganya kinerja ekonomi Indonesia adalah buah dari sinergi bauran kebijakan yang kuat di nasional.

Dari Bank Indonesia, bauran kebijakan kami arahkan untuk stabilitas pertumbuhan. Pada tahun 2019, seluruh bauran kebijakan Bank Indonesia kami arahkan untuk mendorong momentum pertumbuhan dan akan diteruskan pada 2020.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi triwulanan Lampung sepanjang tahun 2019 tercatat konsisten tumbuh di atas 5% sebesar masing-masing 5,21% (yoy), 5,61% yoy) dan 5,16% (yoy), dan tumbuh lebih baik dibandingkan dengan Nasional dan Sumatera.

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung pada triwulan III 2019 berada pada peringkat ke-2 (dua) dari 10 provinsi di wilayah Sumatera, setara dengan Provinsi Sumatera Barat, atau berada setelah Provinsi Sumatera Selatan yang tumbuh sebesar 5,67% (yoy).
BACA JUGA: MoU Bank Lampung Bersama BPR-BPRS Permudah Proses Pembayaran Pinjaman ASN

Baca Juga :  Nikmati Promo Ramadhan Berkah PLN, Tambah Daya untuk Rumah Ibadah Hanya Rp 150 Ribu

Dari perkembangan harga, pencapaian inflasi Lampung hingga November 2019 tercatat sebesar 3,28% (yoy). Meskipun cenderung tinggi, capaian inflasi di akhir tahun 2019 diprakirakan masih sesuai dengan sasaran target 3,5±1%.

Apresiasi yang tinggi kami berikan atas kerja keras seluruh pihak, khususnya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam pengendalian inflasi di tahun 2019.

PDRB Provinsi Lampung di tahun 2020 diprakirakan masih mengalami momentum perbaikan pertumbuhan seiring dengan masih berlangsungnya beberapa proyek pembangunan infrastruktur daerah, realisasi investasi dari beberapa kesepakatan kerja sama investasi yang telah ditandatangani pada tahun 2019 serta permintaan domestik yang masih tinggi.

Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi Lampung tahun 2020 diperkirakan dapat tumbuh di kisaran 5,1%-5,5% (yoy), dan meningkat dalam kisaran 5,2-5,6% pada tahun 2020.

Sementara itu, inflasi Lampung pada tahun 2020 diperkirakan berada dalam kisaran 3,0±1% meskipun risiko level kenaikan tahunan harga barang dan jasa di tahun 2020 diperkirakan lebih tinggi dibandingkan tahun 2019 seiring dengan potensi peningkatan biaya produksi dan distribusi.

Dalam kesempatan penyelenggaraan PTBI ini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung bersama dengan Pemerintah Provinsi Lampung meresmikan website FOILA.

FOILA merupakan forum yang dibentuk sebagai upaya bersama antara Pemerintah Daerah dan Bank Indonesia dalam membangun persepsi positif investor dan meningkatkan efektivitas hubungan investor.

Selain itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung melakukan penyerahan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) sebagai bentuk kontribusi, antara lain dalam hal:
1. Peningkatan ketahanan pangan strategis kepada Gapoktan Maju Bersama berupa traktor pengolah lahan pertanian;
2. Pengembangan pariwisata kepada Rumah Adat Lamban Balak berupa alat musik dan pakaian tari tradisional, dan;
3. Pengembangan kemandirian ekonomi pesantren kepada Pondok Pesantren Miftahul Huda Pringsewu dan Pondok Pesantren Sunanul Huda Lampung Selatan berupa alat konveksi.(*)

Baca Juga :  Anggota DPRD I Made Menyarankan Agar Pemda Bisa Mengantisipasi Ketersediaan Kamar Rawat Sebanyak 1%