Waduh! Dugaan Penerima BTS Iuran 10 Ribu untuk Aparatur Jadi Masalah, Dinsos: Tidak Dibenarkan

  • Bagikan

LIWA, Lampungkham Dinas Sosial Kabupaten Lampung Barat (Lambar) secara tegas tidak benarkan tindakan baik berupa pungutan (iuran) dan pemotongan dana bantuan sosial tunai (BTS).

Hal ini menyikapi, adanya dugaan iuran sukarela dana BTS di Kelurahan Way Mengaku, Kecamatan Balikbukit.

“Yang jelas itu menyalahi aturan, tidak dibenarkan,” kata Sekretaris Dinas Sosial Lambar, Danang Harisuseno saat dihubungi via pesan WhastApp, Kamis (14/5). Sayang ia tak mneyebitkan detail aturan yang dia maksud itu.

Dikatakan Danang, pihaknya telah menerima informasi bahwa adanya dugaan pengondisian dengan dalih iuran pada program BST di Way Mengaku.

“Ini kabid saya masih mencari kebenaran berita tersebut, memang ada beberapa informasi demikian, masih kita telusuri kebenarannya,” ucapnya.

Danang mengatakan, apapun bentuk pengondisian untuk melakukan pemotongan dana BST tidak dibenarkan. Hal tersebutpun, telah ditegaskan secara langsung oleh orang nomer satu Lambar, Parosil Mabsus.

“Bahkan Bupati secara tegas mengatakan bahwa dilarang aparatur pekon atau siapa saja untuk memotong dana tersebut,” jelasnya.

Saat ditanya apa tindakan dinas terkait persoalan tersebut, pihaknya menyebut akan menelusuri terlebih dahulu guna memastikan langkah yang akan diambil.

“Yang jelas saat ini kita masih menelusuri kebenarannya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Lurah Waymengaku Edwar saat dikonfirmasi, Kamis 14 Mei 2020 membenarkan adanya iuran Rp10 ribu dari penerima BST itu.

Namun, dia berdalih, iuran tersebut tidak ada paksaan untuk memberikan apresiasi kepada seluruh aparatur kelurahan. Terlebih, saat ini dana kelurahan belum dapat dicairkan.(tto)

banner 325x300
  • Bagikan