KSOP Panjang menerapkan Verified Gross Mass Of Container (VGM)

  • Bagikan

BANDARLAMPUNG, Lampungkham KSOP Panjang ditahun ini akan mulai menerapkan Verified Gross Mass Of Container (VGM)

VGM wajib guna menjamin keselamatan pelayaran dan menjadi ketentuan bersama negara-negara yang tergabung dalam International Maritime Organization (IMO).

Kepala KSOP Panjang Andi Hartono mengatakan, Untuk mencegah perbedaan berat peti kemas sehingga bisa mengancam keselamatan kapal dan awak kapal baik di laut maupun saat di pelabuhan. Pengukuran kapal-kapal tradional dengan target sebanyak 500 kapal.

Selain itu juga, Peningkatan pendapatan konsensi pendapatan negara bukan pajak (PNBP) PT. Pelabuhan Indonesia ll Cabang Panjang, Proses rencana induk pelabuhan (RIP) panjang untuk memberikan kepastian hukum dalam rangka pengembangan dan peningkatkan operasional pelabuhan.

Pemenuhan kewajiban badan usaha pelabuhan (BUP) yang di atur dalam peraturan perundangan terkait pengendalian lingkungan seperti Reception Facilities, penanggulan pencemaran, Pembenahan dan peningkatan produktivitas tenaga kerja bongkar muat (PBM) di pelabuhan panjang guna meningkatkan kinerja bongkar muat.

“Penertiban kendaraan angkutan barang dari dan ke pelabuhan panjang guna meningkatkan kelancaran arus barang di pelabuhan, Pembagian alat-alat keselamatan bagi awak kapal-kapal tradisional, dan Peningkatan pengawasan perlindungan lingkungan maritim dengan pemberlakuan konvensi IMO 2020 dan PM 29 Tahun 2014 terkait pemakaian bahan bakar Low Sulfur maksimal 0,5 persen,” beber Andi.

Penerapan manajemen mutu ISO 9001:2015, tambahnya, dengan di terapkannya standar pelayanan dalam manajemen mutu ISO 9001:2015 diharapkan pelayanan di KSOP kelas 1 panjang akan semakin meningkat baik kecepatan maupun ketepatan layanan sehingga dapat meningkatkan keluasan layanan bagi masyarakat selaku pengguna jasa dan layanan.

“Sebagai salah satu pelabuhan pilot project jabatan fungsional PSCO di Indonesia dan akan di Assessment team kantor pusat kemenhub dan menpanRB, Meninggkatkan sinergi antara port security comitte, PFSO, AL, kepolisian untuk pengamanan wilayah kerja dengan Quick respon team,” Tutupnya (*)

banner 325x300
  • Bagikan