KSOP Kelas I Panjang, membuka layanan Gerai Pengukuran, Pas Kecil dan Buku Pelaut Gratis selama 3 hari

  • Bagikan

PESAWARAN, LampungkhamDirektorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan khususnya Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Panjang, membuka layanan Gerai Pengukuran, Pas Kecil dan Buku Pelaut secara cuma-cuma (Gratis) selama 3 hari, mulai tanggal 10 hingga 12 Maret 2020.

Hal itu dilakukan untuk mempermudah dan mempercepat program sertifikasi kapal penangkap ikan dan kapal wisata tradisional di bawah GT 7 di provinsi Lampung. Kegiatan ini dipusatkan di Ketapang, Kabupaten Pesawaran, Selasa, 10 Maret 2020.

Kepala KSOP Kelas I Panjang, Andi Hartono mengatakan,Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran bahwa setiap kapal yang terdaftar di Indonesia dan berlayar di laut wajib memiliki Surat Tanda Kebangsaan Kapal.

” Alhamdulillah, pembukaan Gerai Gratis Pengukuran Kapal Tradisional dibawah GT 7, Penerbitan Pas Kecil dan Pelayanan Buku Pelaut bagi Awak Kapal Tradisional bisa dilaksanakan,” ujarnya.

kegiatan ini, sambungnya, merupakan wujud komitmen nyata Direktorat Jenderal perhubungan Laut dan kehadiran Negara dalam peningkatan keselamatan pelayaran untuk kapal di bawah GT 7.

“Bagi kapal dengan Tonase kotor (Gross Tonage/GT) kurang dari GT 7, pas kecil merupakan dokumen yang sangat penting yang dapat digunakan sebagai dokumen kepemilikan kapal, Surat Tanda Kebangsaan Kapal, dokumen kelengkapan berlayar, keamanan melakukan pelayaran, jaminan kredit usaha, serta memudahkan pendataan jika terjadi bahaya di laut atau saat berlayar,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, lanjutnya, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Panjang telah bekerjasama dengan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut serta Unit Pelaksana Teknis Ditjen Perhubungan Laut di Provinsi Lampung dengan mengerahkan sebanyak 20 orang tenaga ahli ukur dan seluruh kegiatan ini dilaksanakan secara gratis tanpa dipungut biaya.

BACA JUGA :   Gubernur Arinal Dengarkan Aspirasi PTS Terkait Penerapan New Normal di Kampus, Siap Laporkan Hasil Kajian ke Mendagri dan Mendikbud

“Untuk itu, Saya mengharapkan agar para pemilik kapal dan pelaku usaha jasa pelayaran memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan legalitas bagi kapalnya,” harap Andi.

Sementara itu, Bupati Pesawaran Dendi Ramadona mengatakan, ini adalah program sangat baik dimana pemerintah ikut hadir disini untuk bisa menjamin para nelayan itu agar dia dapat mengoperasionalkan kapalnya sesuai dengan prosedur dan aturan yang ada kita.

“Maka dari pada itu adanya penerbitan PAS kecil ini adalah satu hal langkah yang paling baik dalam rangka membenahi seluruh fasilitas dan juga memberikan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan bukan hanya bagi si pemilik kapal tetapi juga untuk penumpangnya,” jelas Dendi.

Kemudian, Lanjut Dendi, Untuk penerbitan buku pelaut sangat baik, hampir mayoritas para pengemudi kapal belum memegang buku pelaut.

” Saya targetkan terutama di dermaga IV Ketapang ini harus sudah mempunyai buku pelaut semua,” Tegasnya

Ditempat yang sama Nelayan Arsali yang berasal dari pulau Pahawang mengatakan, Dengan adanya kegiatan seperti ini kami sangat bersyukur dan bagi nelayan manfaatnya sangat luar biasa.

“Kami para nelayan sudah mengikuti Diklat yang dilakukan oleh KSOP, Kemudian untuk masalah Diklat kemarin tidak ada kesulitan hanya harus menguasai materinya saja,” Ucapnya

diharapkan kedepannya program seperti ini terus dilakukan, agar semua nelayan mendapatkan pelayanan gerai gratis,” ujar Arsali yang memiliki 2 unit kapal. (doi).

banner 325x300
  • Bagikan