Inspektorat Bidik Iuran Sukarela KPM BST Rp10 Ribu untuk Aparatur Kelurahan di Tengah Pandemi Covid19

  • Bagikan

LIWA, Lampungkham Inspektorat Kabupaten Lampung Barat (Lambar) merespon dugaan pengondisian iuran sukarela maksimal Rp10 ribu dari keluarga penerima manfaat (KPM) program bantuan sosial tunai (BST) Kementerian Sosial (Kemensos) di Kelurahan Way Mengaku, Kecamatan Balikbukit di tengah pandemi Covid-19, Jumat 15 Mei 2020.

Dimana, Inspektorat Lambar berjanji dalam waktu dekat akan segera melakukan pemanggilan kepada Lurah Way Mengaku, Edwar guna meminta keterangan atas pengondisian iuran sukarela kepada KPM program BST di kelurahan setempat.

“Kita panggil dulu, akan kita mintai keterangan yang bersangkutan. Kalau dari Dinsoskan sudah jelas, tidak dibenarkan ada pungutan,” kata Sekretaris Inspektorat Lambar, Mat Sukri saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (15/5).

Mat Sukri mengatakan, pemanggilan lurah bertujuan untuk memastikan dan mengklarifikasi kebenaran informasi iuran sukarela yang berdalih untuk biaya oprasional aparat pekon.

“Kita panggil untuk meminta kebenaran itu, baru kita tentukan langkah. Jangan nanti yang bersangkutan tidak pernah memungut iuran sukarela itu,” ucapnya.

Selain itu, Inspektorat juga akan mempertanyakan terkait penggunaan iuran sukarela yang berdalih untuk kepentingan oprasional aparat kelurahan. Dimana, untuk pembelian matrai dan map serta pelastik.

“Bukannya telah ada anggaran dari kelurahan untuk pembelian perlengkapan. Kita akan tanyakan kepada Lurah,” katanya.

Sementara itu, Kabid Pemberdayaan Sosial dam Penanganan Fakir Miskin, di Dinas Sosial Lambar, Sopan Sopian mengatakan, pihak Dinsos Lambar telah berreaksi. Dengan melakukan pemanggilan Lurah Way Mengaku terkait pungutan iuran sukarela kepada KPM progran BST diwilayahnya.

“Telah kita panggil (Lurah Way Mengaku) hari ini, untuk diminta keterangan. Sekarang masih ada diruangan. Kalau ditanya menyalahi atau tidak, segala bentuk pemotongan menyalahi aturan,” katanya. (tto)

banner 325x300
  • Bagikan