Aku Ingin Seperti Pelangi

  • Bagikan

LAMPUNGKHAM Terkadang diri perlu menyendiri untuk beristirahat dan mengumpulkan energi yang terbuang tak berarti.

Hinaan dan cacian sudah tak asing lagi bagiku
Semuanya terasa menggema di telinga dan riuh dalam fikiran.

Mengapa harus seperti ini? Apa salahku?
Semua yang ku dengar hanyalah kalimat hina.

Hei manusia, untuk apa mengenyam pendidikan jika sisa hidupmu hanya untuk menghina sesama makhluk?
Aku merasa terbuang bak sampah yang hanyut ke tepi sungai.

Kehadiran ku selalu tak terlihat dan semua yang kulakukan tak akan merubah apapun
Walau detikan jam selalu berputar dan angin selalu berhembus.

Bukan ku tak mau bersyukur
Namun setiap kali ku coba bangkit dan perbaiki
Mulut manusia congkak slalu terbuka lebar gatal untuk memaki.

Aku ingin seperti pelangi
Percaya diri dan berani menampakkan keindahannya walau rintikan hujan tak semuanya berharap kau ada. KALIANDA 8 Agustus 21.

banner 325x300
  • Bagikan