Perum Bulog Lampung Menggelar Operasi Pasar Minyak Goreng Minyakita di 15 Kabupaten/kota

253 views

LAMPUNGKHAM.COM-Perum Bulog Kantor Wilayah Lampung bersama Pemerintah Provinsi Lampung dan Bank Indonesia menggelar operasi pasar minyak goreng Minyakita di 15 kabupaten/kota di Lampung mulai Selasa, 12 Mei 2026.

Langkah itu dilakukan untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus menekan laju inflasi daerah.

Operasi pasar dilaksanakan di sejumlah pasar pantauan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) dan dijadwalkan berlangsung sepanjang Mei 2026 pada hari kerja mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Lampung, Rindo Safutra, mengatakan kegiatan itu dilakukan untuk memastikan masyarakat memperoleh minyak goreng dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan masyarakat dapat memperoleh Minyakita dengan harga sesuai ketentuan pemerintah serta menjaga distribusi tetap merata di seluruh wilayah Lampung,” kata Rindo dalam keterangannya, Selasa, 12 Mei 2026.

Operasi pasar digelar serentak di sejumlah daerah, antara lain Kota Bandar Lampung, Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Utara, Lampung Barat, Pesisir Barat, Tulang Bawang, Tanggamus, Lampung Timur, Way Kanan, Pesawaran, Pringsewu, Mesuji, Tulang Bawang Barat, dan Kota Metro.

Bulog Lampung memastikan stok Minyakita tersedia selama operasi pasar berlangsung.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lampung, M. Zimmi Skil, mengatakan harga jual Minyakita ditetapkan Rp 15.500 per liter. Harga tersebut berada di bawah harga pasar yang belakangan mengalami kenaikan.

Untuk mencegah penimbunan dan memastikan distribusi merata, pemerintah membatasi pembelian maksimal dua liter per orang.

“Pembatasan kuota wajib diberlakukan supaya semua masyarakat yang antre kebagian jatah dan tidak ada pihak yang menimbun barang,” ujar Zimmi.

Pemerintah berharap operasi pasar itu dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, Bulog, dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Lampung.***