LAMPUNGKHAM.COM-Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Bersama BPH Migas Patikan Ketersediaan BBM Pada Masa Arus Balik Lebaran 2026 Aman Terkendali.
Arus balik mudik lebaran idul fitri tahun 2026 memasuki H-8 masih ramai, hal itu dilihat tingginya konsumsi BBM di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum ( SPBU) yang ada di JTTS dan jalan lintas sumatera.
Meskipun ramai pemudik yang menggunakan kendaraan roda 2 dan roda 4, pasokan BBM di sejumlah SPBU masih terkendali.
Bukan hanya BBM yang aman terkendali, tetapi liquefied petroleum gas (LPG) di jalur utama pemudik, khususnya di wilayah Lampung, juga berada dalam kondisi aman dan mencukupi
Anggota Komite BPH Migas, Erika Retnowati, melakukan peninjauan langsung ke beberapa SPBU yang ada di Jalan Tol Tran Sumatera (JTTS), Pelabuhan Bakauheni dan sejumlah titik strategis, Sabtu 29 Maret 2026.
Dalam peninjauan, yang dilakukan di tengah lonjakan mobilitas masyarakat yang kembali dari kampung halaman, Erika berinteraksi langsung dengan pengendara dan pengguna jasa Pertamina.
Tim Posko Nasional ESDM bahkan berdialog langsung dengan pihak ASDP untuk memastikan pasokan BBM bagi kapal-kapal tetap terjaga.

“Distribusi energi berjalan lancar, tidak ada kendala berarti di lapangan. Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM maupun LPG,” ujar Erika usai kunjungan.
Pelabuhan Bakauheni, sambung erika, menjadi salah satu fokus utama pemantauan, mengingat perannya sebagai simpul penyeberangan tersibuk antara Sumatera dan Jawa.
Hasilnya, proses pengisian BBM untuk kapal penyeberangan berlangsung lancar tanpa hambatan. Meski demikian, Erika menyoroti perlunya peningkatan kapasitas bunker di Merak guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan di masa mendatang.
Tak hanya di pelabuhan, pengawasan juga diperluas ke jalur darat, khususnya SPBU di Tol Trans Sumatera. Di rest area KM 87, salah satu titik favorit pemudik, stok BBM seluruh jenis terpantau dalam kondisi sangat mencukupi.
Menariknya, meski terjadi lonjakan konsumsi cukup tinggi, antrean di SPBU tetap berjalan normal. Hal ini menjadi indikator bahwa distribusi energi berjalan efektif di tengah tekanan permintaan.
Data menunjukkan konsumsi Pertamax melonjak hingga 50 persen, sementara Pertalite naik sekitar 30 persen selama periode mudik dan arus balik. Lonjakan ini sejalan dengan tingginya penggunaan kendaraan pribadi.
Di sisi lain, konsumsi solar justru menurun. Pembatasan operasional kendaraan angkutan barang selama libur Lebaran menjadi faktor utama yang menekan penggunaan jenis BBM tersebut.
Sementara itu, konsumsi LPG di Lampung relatif stabil. Tidak adanya lonjakan signifikan diperkirakan karena banyaknya warga yang mudik ke luar daerah, sehingga aktivitas rumah tangga berkurang.
“Pasokan LPG di SPPBE tetap normal, tidak ada gangguan distribusi,” kata Erika.ara nasional, ketahanan energi juga berada dalam posisi aman. Cadangan bensin diperkirakan cukup untuk 21 hari ke depan, Pertamina Dex lebih dari 40 hari, dan avtur sekitar 30 hari.
“Masyarakat tidak perlu khawatir karena tidak ada kekosongan stok di SPBU. Antrean juga terpantau berjalan normal dan lancar,” Pungkaanya.

Diketahui pertamina membuka posko serambi pertamina dengan menyediakan berbagai macam fasilitas untuk memanjakan para pemudik.
Fasilitas gratis ini mencakup layanan pemeriksaan kesehatan, kursi pijat, area bermain anak, hingga tempat pangkas rambut (barbershop).***






