Dampak Corona Petani Cabai di Lambar Merana

560 views

SUKAU NUR, Lampungkham Ditengah pandemi covid-19 harga komoditas sayur – mayur di Kabupaten Lampung Barat menurun.

Salah satunya harga komoditas cabai, yang selama ini mampu menopang perekonimian para petani justru turun drastis. Pasalnya, sebelumnya hargca jual cabai yang berada pada kisaran Rp 20 hingga Rp 25 ribu rupiah perkilo, kini kurang dari Rp 10 ribu.

Ironisnya, turunnya nilai jual komoditas cabai itu justru turun ditengah maraknya penyebaran virus corona yang mana warga diharuskan mengikuti protokol kesehatan, dan lebih banyak diam dirumah sehingga tak ayal perekonomian warga pun mulai goyah dengan sendirinya.

Hal itu dirasakan oleh salah satu petani cabai di Pemangku Parda Suka Pekon Hanakau Kecamatan Sukau Nur.

Menurutnya, hasil panen yang diharap-harapkan justru menuai kerugian yang tidak sedikit, sebab, dalam mengelola tanaman cabai sejak musim tanam hingga musim panen mampu menghabiskan modal hingga puluhan juta rupiah.

“Kalau harganya seperti ini, petani gak dapat apa apa bahkan rugi besar,” ujarnya.

Ditambahkanya, untuk saat ini dirinya hanya bisa menjual hasil panenya kepada tengkulak berkisar Rp 6 – 7 ribu saja per kilo.

Sementara menurut dia, warga diwajibkan mengikuti aturan pemerintah ditengah maraknya penyebaran virus ini, sehingga waktu bekerja dapat dipastikan terbatas tidak semaksimal sebelum adanya virus ini.

Dia berharap, dengan kondisi seperti ini pemerintah mampu memberikan perhatian lebih, terutama saat menghadapi covid-19 yang dapat dipatikan perputaran ekonomi warga terutama petani cabai menurun drastis.

“Selain Pasrah dengan keadaan, kami juga berharap kepada pemerintah untuk lebih memperhatikan nasib petani,” tandasnya.(tto)

Baca Juga :  Winarni monev Konvergensi Stunting melalui program Swasembada Gizi dinatar